Tag

, , , , , ,


Uncu Suardi

Uncu Suardi

Setelah bersapa dan bercerita, bapak ini menanyakan “apo suku, nak”, maka saya menjawab, “Tanjung suku wak, Pak”, di-saut oleh istri si Bapak, “sa-suku jo apak tu ma, Ba Uncu ajolah lai”, begitu kata beliau, pada saya. Maka pada pemotretan saya pagi ini di Sawah Laweh Tarusan saya tak hanya mendapatkan potret petani yang keren tapi juga mendapatkan dunsanak disana, saya mendapatkan Uncu.

Jarni nama istri beliau, berdua mereka sedang menanam padi, benih yang sudah dirawat selama seminggu sudah saatnya ditanam dan hari ini adalah hari ke 3 suami istri ini menanami sawah, sawah yang bukan sawah mereka. “Kami mengerjakan sawah orang lain, nantinya setelah panen akan dilakukan bagi hasil”, begitu tek Jarni menjelaskan.

Etek Jarni

Etek Jarni

Di Sawah Laweh Tarusan, saya tak hanya disuguhi bentangan sawah yang luas namun juga pemandangan yang indah, dengan latar bukit-bukit berlapis pemandangan pagi di Sawah Laweh Tarusan memang menyegarkan. Petani yang ramah, menyambut dengan senyuman, sesekali saya disoraki ketika memotret teman mereka, “etek ko lo poto lai a”, “amak ko lo lai a”, begitu bersaut saut suara mereka.

Bentangan Sawah Laweh, Tarusan

Bentangan Sawah Laweh, Tarusan

Para petani disini bertanam 2 kali setahun, menunggu musim hujan karena tak ada irigasi yang bisa mengeliri sawah ini setiap saat. Kata Uncu Suardi, “kami manunggu aia menitiak dari langik”, ya, para petani baru bertanam saat hujan turun dari langit dan mengaliri sawah mereka. Mereka menyambutnya dalam suka cita, menyambut hujan dengan wajah-wajah semringah.

Tentunya pagi ini saya benar-benar beruntung, menikmati suasana pagi Sawah Laweh, bercerita dan memotret aktifitas uncu Suardi dan istrinya. Saya meminta kepada beliau agar nanti juga bisa memotret lagi saat padi mulai rimbun dan saat panen. Kata Etek Jarni “ituanglah kiro-kiro tigo satangah bulan dari kini, urang manyabik ma”

Semoga saja saya bisa memotret proses batanam sawah keluarga ini sampai manyabik, bisa mendokumentasi prosesi basawah masayarakat Tarusan nantinya, terimakasih Uncu Suardi dan Etek Jarni. Sampai jumpa lagi.

Iklan