Tag

, , , ,


IMG_9382

Sebelum dijadikan kawasan wisata, penduduk setempat tidak jarang menyebut Pantai Carocok dengan sebutan “kandang jawi” atau dalam bahasa Indonesia-nya disebut “kandang sapi”. Hal ini disebabkan karena kawasan Pantai Carocok dijadikan oleh penduduk sebagai tempat mengandangkan sapi-sapi mereka.

Namun sejak tahun 80-an kawasan Pantai Carocok mulai dikunjungi oleh masyarakat, terutama masyarakat Painan dan daerah-daerah di sekitar Painan. Masyarakat merasa tertarik untuk datang ke Pantai Carocok karena pantai ini memiliki pemandangan yang indah, apalagi dikala senja datang, penduduk dapat dengan nyaman dan jelas melihat matahari terbenam di ufuk barat

Objek wisata Pantai Carocok Painan mempunyai dua kawasan. Kawasan dalam dan luar. Di kawasan luar dapat dinikmati adalah pemandangan laut. Di lokasi luar objek wisata Pantai Carocok ini tersedia beberapa fasilitas seperti warung makanan dan minuman dengan kuliner khas Painan, fasilitas sanitasi (MCK) dan mosalah, tempat parkir yang sudah di tata dengan baik.

Kawasan tepian pantai yang di dam (seukuran lapangan bola), dijadikan area parkir, yang cukup luas dan juga ditata dengan baik. Pada semua bagian tepinya dibuatkan semacam parit dan pemecah ombak. Parit-parit di sepanjang tepian ini, pada sore harinya dijadikan tempet berkumpul anak muda dan keluarga, yang bersantai menikmati pemandangan laut atau sekedar bercerita.

Panorama laut di Pantai Carocok pada sore hari yang indah menjadi pilihan yang nyaman untuk dinikmati, kemilau sunset dan bagan-bagan yang hilir mudik baik yang pulang maupun berangkat untuk menangkap ikan adalah pemandangan yang menarik untuk dinikmati. Menikmati kawasan luar Pantai Carocok ini tidak dipungut bayaran, paling hanya retribusi karcis, namun jika ingin ke lokasi dalam maka pengunjung dipungut bayaran retribusi masuk kawasan objek wisata Rp 3.000,-/orang.

IMG_9383

Kawasan dalam Pantai Caroccok Painan merupakan pusat objek wisata. Pantai yang indah dengan latar Teluk Painan. Selain menikmati laut lepas, kawasan ini dilengkapi dengan gazebo tempat bersantai, jembatan apung yang dibangun di atas laut, pentas apung yang dimanfaatkan jika ada acara di sekitar Pantai Carocok. Saat datang sebelum matahari terbit dan cuaca baik maka kita akan disajikan pemandangan indah, panorama laut latar perbukitan dan kemilau mentari pagi yang perlahan-lahan muncul, sungguh menyejukkan jiwa.

Pantai Carocok terletak lebih kurang 1 km dari Kota Painan. Berbagai cara dapat ditempuh untuk dapat sampai ke objek wisata ini, baik dengan kendaraan maupun berjalan kaki menyusuri bibir pantai. Bisa juga melalui kaki bukit yang landai. Jika anda dari Kota Padang diperkirakan berjarak 78 km, menggunakan kendaraan pribadi cukup dengan waktu tempuh satu setengah jam. Jika menggukan kenderan umum banyak alternatif seperti travel (Rp. 20.000), tranex (Rp 15.000), bus umum (Rp. 12.000) yang bisa digunakan.

Pantai Carocok juga dekat dengan dua pulau. Pulau Batu Kareta dan Pulau Cingkuak. Pulau Batu Kareta langsung dapat ditempuh tanpa menyeberang laut, hanya tinggal meniti jembatan yang melintas laut, kira-kira 100 meter dari bibir pantai. Di Batu Kereta ditawarkan nuansa keindahan batu-batu laut dan karang laut. Selain itu Batu Kareta merupakan tempat yang nyaman untuk bersantai karena banyak pohon rimbun.

Sementara 400 meter dari objek wisata pantai, terdapat Pulau Cingkuak dengan luas 4,5 Ha. Menyimpan berbagai bukti peninggalan sejarah kolonial di Pesisir Selatan yang pada zaman itu merupakan pusat perekonomian dan pelabuhan Pantai Barat Sumatra. Di Pulau Cingkuak dapat ditemukan benteng Portugis dan Prasasti Madam Van Kempen. Pulau ini sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama remaja yang melakukan kegiatan alam seperti hiking dan camping, dan juga merupakan objek kajian Balai Arkeologi. Menuju Pulau Cingkuak bisa dengan transportasi boat (Rp. 10.000/ orang, antar jemput).

Adapun sisi menarik lainya di kawasan dalam Carocok saat ini adalah banyaknya wahana permainan. Sebut saja banana boat, jet ski, flying fox, fasilitas permainan ini tentu saja membuat Pantai Carocok menjadi kawasan pilihan untuk berlibur. Setiap akhir pekan Pantai Carocok saat ini nampak ramai oleh pengunjung.  Banana boat dan, flying fox adalah pilihan yang paling banyak di pilih pengunjung, selain harga terjangkau (masing-masing Rp. 10.000,- untuk fasilitas bermain ini) pengunjung akan dilengkapi dengan pengaman yang sesuai satanda dan pelayanan yang memuaskan.

Dengan banana boat bisa mengitari kawasan Pantai Carocok Painan dengan boat yang menyerupai pisang, selain berselancar sepanjang pantai, penikmat banana boat juga disuguhi pemandangan pulau batu kareta dan pulau cingkuak. Sementra flying fox, yang dimulai dari badan pulai batu kareta dan finish di tepian pantai dekat pentas terapung. Kondisi yang tidak terlalu ekstrem, tentunya membuat flying fox bisa dinikmati semua umur, sembari menikamati debur oambak dan arus dangkal pantai painan.

Semantara untuk jet ski, fasalitas ini juga relatif terjangkau (Rp. 100.000,- untuk 15 menit), dilengkapai pengaman dan ditemani instruktur,. Penikmat wahana ini di biarkan ber-jet ria mengeliilingi kawasan teluk painan, apakah itu ingin mengemudi ataukah ingin dibonceng instruktur. Tentunya semua area bermain ini menjadi pilihan yang menarik setelah dipenuhi rutinitas yang sesak sepanjang minggu. Disarankan memilih cuaca yang baik dan datang di pagi hari dan pulang beberapa saat setelah sunset terbenam, guna menikmatinya kawasan wisata bahari yang komleks.

Spot

Jika ingin memotret Pantai Carocok Painan, kawasan ini menawarkan keindahan sepanjang waktu, asalkan kita datang pada cuaca yang baik, banyak hal yang bisa di eksplorasi. Datanglah pada waktu pagi, sempatkanlah menginap di Kota Painan, bangun subuh-subuh dan langsunglah ke pantai.

IMG_9385

Kota Painan yang kecil memudahkan akses kita ke lokasi, bisa dengan ojek atau berjalan kaki dari penginapan. Penginapan yang paling jauh dari pantai pun diperkirakan hanya berjarak 1 km. Sesampai di Pantai carocok cobalah menyisir pinggiran pantai dimana para nelayan akan mempertontonkan kebersahajaannya. Pada pagi hari, silahkan menikmati matahari terbit dan bentangan alam, juga menikmati keindahan Pulau Batu Kureta dan Pulau Cingkuak yang disirami matahari timur. Kita bisa memotret dengan latar depan jembatan apung dan pentas terapung, pohon kelapa, atau perahu boat menuju Pulau Cingkuak.

Saat matahari mulai tinggi dan foto-foto pagi Carocok dirasa sudah memuaskan sembari sarapan singgahlah di perkampungan nelayan, jika tangkapan banyak tentu pagi-pagi para buruh nelayan sudah sibuk, ada yang menbersikan ikan, menjemur ikan, sembari mengpack untuk bisa dipasarkan. Kehidupan masyarakat nelayan adalah objek yang menarik diabadikan, selain menghasilkan gambar-gambar yang bagus, kehidupan masyarakat juga mengajarkan banyak hal pada kita, keteguhan, juga kebersahajaan mereka dalam menyelami dan memahami hidup.

Ketika istirahat siang, mungkin anda bisa kembali ke penginapan, duduk-duduk di Gazebo Carocok atau berleha-leha di Pulau Cingkuak. Selain keindahan alamnya, Pulau Cingkuak juga menawarkan wisata sejarah dan berbagai wahana permainan. Objek-objek sisa benteng Portugis adalah hal lain yang sangat menarik untuk didokumentasikan. Kemudian,  sembari mengelilingi pulau kita juga bisa menikmati landscape Pantai Carocok dari sudut pandang Pulau Cingkuak.

Menjelang sore sebaiknya kembali ke Pantai Carocok, hal yang paling menarik akan segera datang yakni sunset Carocok, Matahari terbenam adalah bagian paling menarik untuk dinikmati di pantai. Sembari menunggu matahari memerah kita bisa berinteraksi dengan pengunjung, anak-anak yang mandi laut di tepian tentu jangan dilepaskan dari rana kamera kita.

IMG_9386

Memotret sunset di Pantai Carocok Painan kita diberi pilihan banyak latar depan, gazobo, batang kelapa, jembatan apung yang selalu jadi hal menarik untuk membingkai matahari terbenam. Namun, akan lebih baik anda berkunjung pada bulan Maret sampai Agustus, karena selepas bulan-bulan tersebut matahari terbenam tepat di belakang Pulau Cingkuak. Untuk mendapatkan moment yang bagus, usahakan jangan pergi dulu sampai matahari tenggelam sepenuhnya. Asal sabar sekitar 10 menit selepas matahari tenggelam maka kita akan disuguhi langit merah jingga yang indah, di saat itulah moment mendokumetasikan senja yang paling baik.

Pantai Carocok hari ini

Pembangunan fisik pariwisata di Pantai Carocok Painan yang bergeliat hari-hari belakangan ini tentu juga sedikit banyak mengikis keasrian kawasan pantai, namun jika pembangunan tersebut memiliki nilai lebih meningkatkan infrastruktur dan perekonomian masyarakat tentu jadi bagian yang tak bisa dihindarkan. Walaupun demikian banyak hal tentu tetap menjadi perhatian segala lapisan, keasrian pantai adalah hal yang terus menjadi titik tolak pengembangan kawasan Pantai Carocok Painan.

Jika jeli sebetulnya ada hal yang manarik, Kampung Nelayan Muaro yang memiliki latar objek wisata Pulau Cingkuk dan Pantai Carocok Painan. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan peluang ini untuk menjadikan kawasan etnowisata. Dimana wisatawan bisa menikmati dan mempelajari proses berkehidupan masyarakat di Kampung Muaro, dengan demikian taraf hidup masyarakat bisa membaik dan alternatif mata pencaharian bisa terciptakan.

Yuka Fainka Putra – Freelance Fotografer bergeliat di Painan Photography
Foto dan Artikel Ini Dimuat di Majalah Chip Foto Video – Edisi Juni 2013
*tarif yang tertera diartikel ini berlaku sebelum Juni 2013
Iklan