Tag

,


Aku memesan Something Stupid-nya Frank Sinatra dengan segelas kopi, malam memekat dan gerimis memucat, tak bisa memastikan akan reda atau malah menjadi deras. Aku dalam hening yang sangat, cinta. Pada kerelaan-kerealan panjang aku titip asa dalam baris-baris ketidakpastian, dan di ujungnya sungguh-sungguh aku tancapkan realitas.

Dari suara turun ke hati, jangan diganggu karena sungguh nikmat, melakukannya sendiri.

Padan nomor  Gloomy Sunday-nya Reszo Seress, gerimis mulai berganti padat, memuai seluruh ke angkasa, malam semakin lelap dan jangan kau ajak aku menjadi konyol, sebab dalam kesendirian aku tak sedang berhitung, aku hanya menepi pada igauan dan tradisi.

Dari suara turun kehati, mendakilah ke puncak imaji, taklukkan dalam sunyi.

Telah lewat tengah malam, suara sudah tiada yang tinggal hanya tembang-tembang lawas berteman pula dengan lembab, hari berganti dan tak ada lagi jeda iklan dalam pergantin nomor-nomor, selepas Utha Likumahuwa dengan Esokkan Masih Ada di sambung Rayuan Pulau Kelapa, yang tersisa hanya desir yang hening menggantikan suara gerimis, Aku mengecilkan suara radio dan membiarkannya menyala, hingga kembali menyalak.

Painan, September 2012

Puisi Yuka Fainka Putra

Puisi Yuka Fainka Putra

Iklan