Tag

, , ,


Indrian Koto

Indrian Koto adalah satrawan besar yang dimiliki Pesisir Selatan

Setelah Fatris Fais MLanggeng PutraPinyu Ramadhani kembali ke jalan yang telah mereka pilih, Painan kedatangan Sastrawan besar Indonesia, yang merupakan Putra asli Pasisie, anak Surantih, siapa lagi kalo bukan mestro Indrian Koto. Kedatang Da In ini sebenarnya sudah tunggu Fais, saya dan yang lain dua hari yang lalu, namun karena meriang dan sakit akhirnya Da In baru sampai kemaren.

Nah Buya In sebetulnya pada saat puasa sudah bertemu dan minum teh telur dengan saya, namun tentu berbeda saat lebaran tentulah berbeda, kita bisa malala dengan leluasa. Setelah mangalai-ngalai di rumah, bersama Harry Rahman dan Antonius Anton akhirnya kita sampai ke Bukik Ransam. Taukah apa yang terjadi disana? Da In menjadi Fotografer, dan sepertinya mulai terancamlah status Da Is, Mas Langgeng dan Bung Pinyu.

Karya Koto

Karya Koto

Mulailah Da In menjepret sana-sini, darah seni yang mengalir tak dapat dipungkiri menghasilkan gambar yang menarik. Da In juga membidik dan mengasilkan gambar dengan komposisi dan teknik yang mantap, Kami pun tak lepas dari sasaran jepretan Da In.

portrait Anton (Karya Koto)

Portrait Harry (Karya Koto)

Portrait Yuka (Karya Koto)

Semangat potret me motret Da In akirnya dihentikan hujan dan kita berteduh sembari menikmati mangunyah-ngunyah kacang dan mieabui, namun ada cerita menarik yang disampaikan Da In, ternyata Anton memiliki kemampuan manjantik. Apa itu manjantik, tidak bisa dibahas lebih dalam disini, akan ada waktu yang pas dan syaratnya harus pula bagi saya atau siapa saja barguru dulu sama Anton. Karena reda hujan dan waktu jualah yang memisahkan kita, maka sorenya disudahi dengan tiba-tiba seorang gadis lewat di depan Anton dengan mangawik kapalo.

Salam

Iklan