Tag

, ,


Buko Basamo P-thon 2011, suasana ini yang mahal harganya

Buko Basamo P-thon 2011, suasana ini yang mahal harganya

Sudah seperti rutinitas tahunan, P-thon mengadakan buka bersama, dan diramadhan tahun ini pun Alhamdulillah (tanpa tabahan “ya…”) berkat tangan dingin Nia, P-thon kembali berhasil mangadakan buka bersama. Buka bersama kali ini dilakukan di Café Rudi “kafenyo pak ndut” yang super terkenal di Painan. Dari sekian banyak kafe yang dimiliki Pak Ndut, kita memilih kafe belakang Pos Painan. Jam berbukannya tentunya dilaksanakan pada saat beduk berbuka berdentum (nah ini tentunya pembohongan, mana ada beduk di sekitar kafe Pak Ndut), kita berbuka pas saat sarine Mesjid AL-Amilin berbunyi.

Tak ada yang luar biasa, namun kegitan ini tentulah sangat sepecial, karena usaha dari perwakilan tiap angkatan kita bisa bertemu lintas generasi. Seperti reunian, karena dilapangan kita sangat jarang berkumpul bersama-sama. Prosesi berbukanya pun standar, ada yang sholat magrib dulu, ada yang makan dulu, ada yang tidak sholat namun yang pasti tidak ada yang tidak makan hehehe. Selanjutnya berbincang ringan, berphoto ria, dilanjutkan bermain mercun.

Salah satu hal yang seru tentunya, setelah berbuka bersama kita bermain mercun dan kembang api. Mercun yang dibeli oleh centeng dan centengi P-thon di Pasar Painan, dibawa ke Parkiran Pantai Cerocok, di sanalah mercun dibakar, maka bersorak gembiralah, berteriak senanglah semua awak P-thon. Selesai mercun dan kembang api dibakar saya tak tau lagi kelanjutanya kegiatannya, ya tentunya saya juga tak bisa melanjutkan cerita ini, kenapa, karena saya terlebih dahulu pamit, permisi. . .

Pesta Kembang Api Selalu menjadi Ending yang Menyenangkan

Mau menikmati foto lengkap silahkan klik: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2041174185361.2100655.1124508949&type=1

Iklan