Tag

,


Mencoba merefleksikan pergerakan Halaman Pantai beberapa bulan terakhir, kita seperti merenungi ketidak kongkritan, diam ditempat dan terkurung dalam lembabnya rutinitas. Tentunya kesibukan pribadi dan pelbagai kejadian tak dapat terhindarkan, menjadi poin dan rujukan bahwa kita hampir tak melakukan apa-apa. Tentunya hal ini dalam konteks kita (Halaman Pantai) berkomunitas, menjadi sebuah bahan refleksi, untuk menatap kedepan, karena dalam kognitif saya, kita harus ada dan akan tetap ada.

Berkomunitas, ia akan bergairah, lelah, diam dan dihangatkan oleh berbagai dialektika dan tantangan. Nah, tentunya apa yang terjadi saat ini di Halaman Pantai adalah hal lumrah, namun jika dipelihara bisa menjadi bahaya.  Pada titik tertentu akan mencapai klimaks, dan bisa jadi kita hanya tinggal nama. Oleh karna itulah harus ada yang memulai bicara, sebagai penyampai tulisan ini anggap saja sebuah wadah awal untuk berdiskusi dan membangkitkan gairah komunitas, dengan berkegiatan.

Jika kita merunut kebelakang Halaman Pantai telah memiliki rekam jejek yang cukup baik dalam 1 tahun terakhir, satu tahun pertama umur komunitas ini. Kita telah melakukan dan menjadi bagian dari berbagai macam kegiatan. Sejak dibentuk tgl 23 Juli 2010, banyak hal telah kita lakukan, baik berkomunitas, menjalin relasi dengan komunitas-komunitas lain, maupun penggunaan komunitas dalam pelabelan pribadi. Sebut saja, Nonton dan Diskusi Film, Peluncuran Buletin Pada November 2010 yang sampai bulan Agustus 2011 telah terbit 6 Edisi (sayangnya 2 edisi terakir kita hanya terbit dalam bentuk digital).

Begitupun, dengan kegiatan yang dilakukan bersama komunitas-komunitas lain, Aksi peduli gempa mentawai, Pentas Seni dan Renungan Akhir Tahun, berbagai kegitan mingguan, fasilitator pertunjukan, pentas seni, nonton bareng, dan lain-lain sebagainya. Dalam kontek pelabelan pribadi, Saya dan tentunya kawan-kawan lain, sampai hari ini bangga menggunakan nama Komunitas Halaman Pantai dalam ruang gerak dunia kreatif dan formil. Beberapa kawan melampirkan tempat bekerja Halaman Pantai di Facebook mereka, Youri Kayama dalam buku antologi puisi berduanya juga menggunakan nama Halaman Pantai. Saya sendiri hampir dalam setiap tulisan dan foto yang dipublikasikan menggunakan Halaman Pantai sebagai pelabelan identitas. Hal lain, Stiker dan baju tentunya menjadi bagian symbol yang tak boleh dipandang sebelah mata.

Tentu ini bukalah satu tahun yang buruk, bahkan ditengah keterbatasan kita saya meyakini bahwa ini merupakan satu tahun yang cukup luar biasa, Halaman Pantai pun telah menjadi bahan perbincangan dibanyak daerah. Namun, pada bulan-bulan terakhir terjadi kevakuman, kita memasuki fase lelah. Lihat, kita sebagai komunitas, tak sempat merayakan Anniversary, kita tidak menerbitkan buletin dalam dua bulan terakhir, kita tidak melakukan koordinasi hampir tiga bulan, bahkan dalam tren popular pun kita tidak melakukan buka bersama di Ramadhan ini, tentunya ini menjadi catatan miris dalam pergerakkan satu tahun kita.

Seperti yang saya bicarakan di atas kita butuh berdiskusi kembali, koordinasi antar lini, tantang Apa dan Bagaimananya komunitas ini menghadapi tahun keduanya. Saya berkeyakinan bahwa apa yang telah kita lahirkan, kita gagas, kita perjuangkan tak ingin hilang begitu saja. Rancang program kedepan harus digulirkan, penerusan penerbitan buletin, pengkongkritan rancangan nonton dan diskusi film sebagai wadah pembentukan system kognitif kembali dilakukan dan tentunya ide-ide baru yang mungkin menjadi penunjang pergerakan kita di Komunitas Halaman Pantai.

Nah, selain semua itu, hal yang juga peru dilakukan dan sudah pernah dibicarakan adalah, Peremajaan. Adalah suatu hal yang wajib bahwa peremajaan dibutuhkan disebuah komunitas, baik itu dalam fungsi regenerasi maupun menambah geliat berdialektika, maka diri itu ini haruslah menjadi perhatian dan segara dikongkritkan, bukankah begitu Youri Kayama dan tentunya juga bagi kita semua.

Di penghujung Ramadhan ini, di Syawal yang menunggu hitungan jam, tentunya kita yang bergaul dalam laku pemikiran, laku tindakkan dan kongrit berpergaulan tentunya ada salah dan kilaf, maka dari itu, Maafkan segala tindakan dan pemikiran saya secara holistic. Selamat Bergembira di Saywal 1432 H, Salam.

Yuka Fainka Putra – Pimpinan Redasi Buletin Halaman Pantai

Iklan