27 kali saya di bumi mengitari matahari, ya 5 Juli kemaren usia saya 27 tahun. Dan 27 tahun adalah waktu yang luar biasa bagi saya. Berterimaksih kepada kehidupan, kepada tubuh, kepada yang memberi hidup dan tubuh, juga kepada seluruh yang menemani hidup dan berkehidupan.

Ada sekitar 530an doa, di fecebook, email, sms, telfon, sungguh sebuah kebaikkan yang luar biasa, terimakasi untuk semua, sungguh saya terharu, bigitu banyak yang mengingat saya, semoga setiap kita juga dilimpahi kenyamanan menjalani hidup dan berkehidupan, salam bahagia.

***

Namun cerita 5 Juli ini juga unik, yang tak ada memang special karena tak ada juga yang harus disepecial-sepecialkan. Namun hampir semua tujuan saya hari itu tak terpenuhi, hiihii L malang oiii. Mendadak beberapa agenda saya batalkan untuk menemani ibu ke Padang, guna menemui bang Ben, ada oleh-oleh yang dititip. Namun setelah siap-siap bang Ben malah menunda keberangkatannya, batal jadinya mengantar oleh-oleh. (untuk saat ini kawan-kawan belumlah perlu tau siapa bang Ben, hehehe).

Berangkat ke Padangnya tetap, kata ibu. Menemani Ibu beli resep kue, maklum kalo sudah mau masuk bulan puasa, Ibu akan sibuk dengan kue, kue untuk lebaran, kue yang dalam 10 tahun terakir hampir selalu mencukipi biaya lebaran kami, bukiti bahwa perayaan Agama tak sekedar perjalanan spritual namun juga  rekontruksi social.

Nah saya juga kepalang tanggung telah membatalkan banyak agenda, akirnya memilih berangkat ke Padang, mau cari buku-lah, paling tidak hadiah untuk diri sendiri. Juga bebarapa kebutuhan yang diincar, hehehe J.

Berangkatlah kami, saya, Ibu dan Riki (driver dan juga family kami), jam 08.00an, dengan tujuan:

  1. Sate Kacang Ripin di Salido, belum buka dan tak jadi sarapan. Kita malah sarapan di Bungui akirnya, nahan laper.
  2. Sepanjang jalur Pasisie kami tak menggunakan AC, karna ibu dan Riki tak suka AC, jadi saya mengalah, pas masuk kota, Ac di nyalakan, malah koslet, maka nikmatilah Kota Padang yang panas membara, pas menjelang tengah hari. hehehe
  3. Kedai resep kue Sampurna, hampir semua yang dicari Ibu dapat ditemui, satu tujuan selesai.
  4. Gramedia, eng I eng, dengan hati gembira akan memberi hadiah untuk diri sendiri, beberapa buku dengan judul yang telah diincar, Madre “Dee”, 2 “Donny Dhirgantoro”, dan pesanan Mbenk, “Pocong jadi Pocong”. Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, tak satupun buku tersebut yang sampai ke Garamedia Padang. Padang oh padang. Akirnya setelah melihat koleksi-koleksi lain dan tak berminat saya membeli majalah National Goegraphic Indonesia, meninggalkan sii Garamed dengan kecewa.
  5. Eh tunggu dulu, menjelang keluar dari Gramed, sempat mutar di conter Eiger, entah mengapa saya tiba-tiba membeli sehelai baju kaus panjang lengan ukuran L (besar), namun masih tetap ngepas di perut. Hihihi… hal ini tak jua menghilangkan kekecewaan tak mendapatkan buku yang dicari.
  6. Nah selanjutnya singgah diconter baju untuk kebutuhan kerja, baju yang di cari tak juga didapat.
  7. Batik Semar Ibu mencari baju untuk Ayah, he ternya saya di belikan juga sehelai, makasih mami, I love u.
  8. Dan saat makan siang datang saya menawarkan makan di Kadai Nasi biasa saja, makan samba kampung pasti lebih nikmat. Ibu menginginkan makan di Sederhana dan di-ia-kan Riki, berangkatlah kami ke Sederhana, dari mulai dihidangkan saya mulai tak selera dari bentuknya, memang sih ala Minang tapi auranya beda, dan pas mulai di suok nasi ko, manih sado e, ado lo nan amba, io lah malang ma, nan dicari tak basobok, nan di makan ndak lo lamak. Bukan tak bersyukur, namun selera saya masih salero kampong J.
  9. Selesai membeli roti-rotian dan obat-obatan, batrai hp, kami pulang menuju Painan, walau banyak kecewa, tapi menikmati hari yang unik ini, gatot, gagal total, tp ya harus dinikmati kan 5 July, hehehe. Akirnya sampai di Painan tercinta, pukul 17.30an.

Hadiah untuk diri sendiri

Nah selanjutnya OL, dan menemukan 300an ucapan selamat, senyum-senyum sendiri membaca satu persatu dan membalas ucapan, terimakasih untuk semua. Malam datang, singgah di TKP melihat persiapan ultah P-thon, namun kawan-kawan sibuk main PB, ke markas: palanta Mak’E, disambut dengan ucapan selamat dari kawan-kawan LSC dan palanta Gank, ngopi, kembali kerumah OL, ucapan tambah banyak, puji sukur untuk Maha pemberi Hidup.

Ada sekitar 530an doa, di fecebook, email, sms, telfon, twitter, sungguh sebuah kebaikkan yang luar biasa, terimakasi untuk semua, sungguh saya terharu, bigitu banyak yang mengingat saya, semoga setiap kita juga dilimpahi kenyamanan menjalani hidup dan berkehidupan, makasi Mbenk yang memberikan ucapan pertama, Amak yang maajak ka Padang, Abak dalam diam itu pasti ada doa, salam bahagia untuk semua.

Selamat 5 July

Iklan