Ada lagi hal miris hari ini di daerah saya, ketika saya datang ke kedai bang Tempe yang biasanya menjual Kompas, Bang Tempe bilang “ndeh Ka, ndak ado bang jua Kompas lai, ala duo minggu, lah banyak nan putui langganan Kompas, baranti lo lah bang manjuanyo”, sembil tertawa. Maka mulai hari ini saya pastikan, bahwa diri saya juga akan sangat kesulitan untuk mendapatkan Kompas Minggu di Painan :(.

Nasip-nasip, “iolah malang ma bang, lah ndak dapek wak baco Kompas tu do lai, makasi bang”, juga sambil senyum yang di paksakan. Hari ini, senin 12 Juni 2011, atas fatwa bang Tempe, maka orang Painan termasuk saya mendapat musibah baru tak bisa baca Kompas. Sambil geleng-gelang saya meninggalkan kadai bang Tempe.

Untuk kepentingan pribadi saya hanya membaca koran hari Minggu, walau belum tentu saya membacanya di hari Minggu. Namun untuk koran harian saya tentunya tetap membacanya, itu pun untuk kepentingan pekerjaan, dan kadang hanya untuk iseng, heeeheee. 🙂

Kenapa saya tak membaca koran minggu di hari minggu? Karna di daerah saya, koran nasional serupa Kompas dan Media Indonesia, itu paling cepat datang pada Minggu malam, dan jangan pula kawan-kawan berharap akan menemukan Tempo, Seputar Indonesia, Jawa Pos, dan lain lain ada di sini. Namun koran minggu untuk media lokal seperti Haluan, Padang Ekspres, Singgalang, di beberapa bagiannya pasti saya baca di hari minggu.

Kenapa saya lebih mementingkan koran minggu di banding harian? Sebab di koran minggu memuat informasi yang berbeda, secara isi dan jenis tulisan yang di sampaikan juga bermacam-macam, bagi saya penikmat sastra, film, dan fotografi di koran minggu itu semua tersaji dengan baik. Berbeda dengan harian, anda cukup membeli satu koran saja maka dapat di pastikan 70% berita yang di sampaikan akan sama dengan koran-koran lain, secara isipun kadang malah membuat saya bosan, karena pengulangan-pengulangan yang sarat kepentingan.

Kompas terakir yang saya beli di tempat bang Tempe (epaper.kompas.com)

Dan eng ing eng…alternatif internet adalah pilihan yang ada, walau tak terlalu puas, paling tidak ini yang bisa diberdayakan, itupun kompas e-paper juga telah dikomersilakan, tingallah tempo e-paper menjadi persinggahan. Tuntu harapan yang ada saat ini menemukan orang baik, yang pada hari Minggu ada di kota Padang, dan mau saya minta tolongkan membeli Kompas dan Tempo Minggu, ayo ayo ayo ayo, yang mau angkat tangan. Tabik.

Iklan